Kolaka

Posted: January 19, 2013 in Uncategorized

Ini tentang kenangan, yang bisa melukaimu secara perlahan..

                Sebentar lagi sampai, pikirku. Kubah masjid agung Kolaka sudah terlihat sebesar buah semangka, itu berarti ”setengah jam lagi kapal merapat, Mas” sela wanita di sampingku, seolah tahu apa yang kupikirkan. Aku menoleh, lalu tersenyum. “Mas orang Jawa ya?” belum sempat ku jawab ”tadi saya dengar Mas bicara di telpon, logatnya ketahuan” lanjutnya sambil tersenyum. Aku tersenyum lagi. Setelah itu aku tak ingat lagi apa yang dia ucapkan. Pikiranku hanya tertuju pada dermaga yang sebentar lagi menyambutku, dengan dosa-dosa.

A few years ago

Don

Advertisements
Comments
  1. agate says:

    lha mana sambungannya??

  2. don prahasta says:

    Sedih sambungannya ngat, jd mending gak dilanjutin 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s