Katakan Tidak Pada Pare Dalam Siomay

Posted: August 12, 2015 in Uncategorized

Saya penasaran siapa yang pertama kali mengusulkan pare dijadikan makanan/sayuran. Apakah motivasinya sehingga sesuatu yang sepahit itu “dihalalkan” untuk dikonsumsi?

Saya juga penasaran penjual siomay mana yang mencetuskan ide mencampurkan pare dalam dagangannya. Ide paling konyol dan tidak berkeprimanisan. Ide yang selalu memicu kecurigaan kepada abang penjualnya setiap kali saya ingin makan siomay. Jangan-jangan ada parenya, jangan-jangan parenya berbentuk seperti kol atau telor, jangan-jangan parenya dimasukkan ke dalam kentang, dan kecurigaan lainnya.

Saya tahu, meskipun sangat pahit (dan tidak enak tentunya) pare bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tapi bukan berarti bisa seenaknya disejajarkan dan disandingkan dengan tahu, siomay, kol, telor, kentang dan lainnya. Pisahlah tersendiri, bila perlu diberi label tulisan besar di atasnya, misalnya “Ini Pahit” atau “Kenangan”.

Advertisements
Comments
  1. ika nh says:

    Saia suka Tuan, eh salah, siomay yg gak pake pare maksudnya, duhhhhh x_x.
    Karena pare itu pahit, nanti akan mengaburkan rasa siomay yg gurih 😉

    Boleh kapan2 saia dibeliin siomay segerobak, Tuan? If you don’t mind… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s